Our Heroes Day: Between Amrozi Cs & Bung Tomo
Posted by floe on November 10th, 2008 filed in Cuap-Cuap
Akhirnya…
Setelah kurang lebih 6 tahun kita - baik para korban maupun semua orang yang berharap pada kebenaran dan keadilan untuk ditegakkan - mendapatkan kepastian sudah. Bahwa mereka, para “pencabut nyawa tanpa lisensi dari Yang Empunya Hidup dan Mati manusia”, telah ditembak mati minggu dini hari kemarin.
Ironis memang! Bahwa tidak ada yang berubah dengan ditembak matinya Amrozi CS. Bahwa para korban yang masih hidup harus berjuang keras untuk melanjutkan hidupnya, malah tidak sedikit yang kehidupannya berubah 180°!
Seperti masih segar diingatan saya, sebuah kisah hidup seorang mantan Guide yang diangkat dalam acara televisi “Jika Aku Menjadi” yang ditayangkan di TransTv beberapa waktu lalu. Kisah yang membuat saya ikut menitikkan air mata , bahwa hidup yang semulanya berkecukupan yang merupakan hasil dari pekerjaan menjadi Guide sebelum Bom Bali I, harus berubah drastis mejadi petani sayur-mayur di sepetak kebun kecil, yang bahkan untuk makan sehari-hari pun dengan susah banyak. Dan maupun korban-korban lainnya yang masih hidup dengan trauma maupun “cinderamata” abadi yang akan dibawa selama hidup mereka di dunia, baik berupa cacat bakar maupun kehilangan anggota tubuh mereka.
Walaupun realitas kehidupan orang-orang yang dirugikan dengan tindakan biadab mereka yang seenaknya mencabut nyawa anak manusia tersebut terpampang dengan jelas di depan mata, tapi masih ada orang-orang yang membanggakan trio Bom Bali I itu. Menganggap mereka sebagai pahlawan yang telah berjuang bagi sesuatu hal yang diyakini mereka benar! Masih bisa congkak dengan wajah terangkat dan berseru tanpa tertunduk malu atas perbuatan biadab dan tidak bermoral tersebut.
Saat seorang pahlawan sejati akhirnya dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, harusnya kita semua, bangsa Indonesia, mengambil teladan seorang Bung Tomo. Seorang yang berjuang terhadap penjajah, musuh yang nyata, dengan integritas tinggi terhadap negara dan sesama bangsa Indonesia tanpa menodai keyakinan imannya sendiri. Dan Bung Tomo mampu melakukan hal yang benar. Berjuang bagi negaranya atas sesuatu yang siapapun di dunia ini dengan berbagai macam keyakinan akan mengangguk setuju bahwa itulah sikap patriotisme sejati, seorang yang layak disebut Pahlawan dengan atau tanpa penghargaan formal yang harus diberikan.
Bung Tomo, seorang Pahlawan sejati, akhirnya mendapat pengakuan formal dari negara akan statusnya sebagai seorang Pahlawan Nasional. Dan walaupun hal itu tidak terjadi (pemberian gelar), Bung Tomo tetaplah Pahlawan bagi kita.
Dan akhirnya, saya percaya sungguh bahwa Amrozi cs tidak akan bertemu dengan Bung Tomo di akherat sana. Karena sorga yang mereka yakini akan mereka nikmati atas “perjuangan luhur” mereka, hanyalah surga khayalan yang diciptakan oleh mereka sendiri. Karena tidak ada pembunuh yang saya rasa layak masuk surga. Bung Tomo mungkin pernah membunuh orang dalam perjuangannya, tapi itu karena sebuah perang yang harus dilaluinya untuk mempertahankan hidup dan negaranya dari rongrongan penjajah. Tapi Amrozi cs membunuh dengan niat terhadap orang-orang yang dalam keadaan tidak berperang atau menyerang, yakni yang membahayakan nyawa mereka atau orang lain.
So, Only Heaven Knows What Will Happen To Them, Three of Them, there. Let’s pray for them. Semoga mereka tidak kecewa jika perbuatan mereka tidak sepadan dengan imbalan di akherat sana. Kematian mereka bukanlah sebuah akhir, tapi semoga awal bagi semua yang masih tersesat di luar sana untuk kembali ke kehidupan yang lebih baik dan jalan yang benar, karena semua orang yang mereka sayangi dan orang-orang yang tidak bersalah terhadap mereka, tidak layak mengalami penderitaan karena kehilangan lagi.
Selamat Hari Pahlawan! May God Bless Indonesia!
Similar Post :
- “Oleh-oleh” Dari WANTED - Semalam [09/07), bareng teman-teman kantor, kita sepakat untuk...
- Windy Sanur - Sanur yang sangat berangin! Honestly, sudah beberapa kali...
- A Moment of A Silence - Hhmm… “Blognya bagus, sayang belakangan ini kelihatannya jarang...
- Last Supper (oopss.. red: Lunch) in 2008 - Peristiwanya sendiri sudah berlangsung setahun yang lalu (hiperbola...
- A Trip To Kediri - Sebenarnya perjalanan ke Kediri sudah lama terjadi kira-kira...














March 16th, 2009 at 10:41 am
Thanks.. Interesting - and always important to be aware!