A Trip To Jatim Park V.1.0

Posted by floe on July 6th, 2008 filed in Jalan-Jalan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Jatim Park

Bangun jam 4.30 pagi, setelah barusan tidur jam 2-an… fiuh!

Langsung masuk kamar mandi dengan mata setengah tertutup dan nyalakan keran air sambil menyetel tingkat kepanasan air, agar tidak gosong gara-gara habis mandi air panas. Jam 5 tet selesai mandi-dandan-dan nge-pak bawaan, lihat keluar jendela, masih belum ada tanda-tanda dijemput. Barulah jam 5.30 mobil yang dinanti-nanti datang juga.

Dari tempatku, aku masih harus jemputin teman-teman kantorku yang lain, dimulai dari urutan yang terdekat tempatku sampai yang terjauh. Setelah satu per satu kru jalan-jalan sudah terkumpul -ada 8 orang sudah termasuk Pak Sopir-, kita melanjutkan perjalanan ke Batu - Malang, salah satu tempat tujuan wisata di Jawa Timur yang terkenal dengan udaranya yang adem dan apel Malang-nya.

Perjalanan agak sedikit terganggu saat harus melewati daerah Porong, yang notabene sejak muncul Lumpur Lapindo yang terkenal itu, melewati Porong seperti melewati tanah keramat-nya “kemacetan”. Untunglah, beberapa teman ada yang sudah pengalaman melewati daerah tersebut, sehingga dengan mudah kita bisa mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan tiada tara dan sepanjang masa itu.

Sesampainya di daerah Batu-Malang, pertama-tama yang menjadi tempat jujukannya kita adalah “tempat makan”!. Udara dingin membuat perut kita mengalunkan melodi rancak tidak beraturan yang membuat gelisah, walaupun selama perjalanan kita telah menyuguhkan camilan-camilan dari yang ringan sampai yang rada berat ke “kampung tengah” kita tersebut.

Selalu beruntung soal pengalaman, seorang teman menyarankan sebuah resto unik yang bangunannya terbuat dari serat goni, anyaman dan batang-batang pohon kering serta suasana romantis, bernama Restoran Bethania. Makanannya enak! Bukan karena kondisi perut yang sudah sangat keroncongan membuat makanan apa ajah yg masuk jadi enak, tapi karena memang enak makanannya, disamping bangunannya yang unik.

Perut kenyang, perjalanan menuju Jatim Park-pun menjadi lebih enteng. Setelah sesekali salah jalan sedikit [sedikit ajah yaa…] akhirnya kita bisa menapakkan kaki juga ke arena bermain dan wisata Edu-tourism [konsep wisata dan pendidikan dalam satu wahana] ini.

Sebelum menjelajah isi Jatim Park tersebut, saya sarankan buat terlebih dahulu membeli tiket masuk [ya iyalah…hehehe]. Harga tiket masuk tersebut adalah Rp. 40 ribu dan anda akan mendapatkan sebuah gelang ijo dari kertas [seperti umumnya pada tempat-tempat wisata sejenis].

Langkah awal kita menjelajahi Jatim Park agak ternoda gara-gara hujan dengan kekuatan cukup untuk membuat basah tubuh kita, turun dengan manisnya di bumi Jatim Park ini. Akhirnya, mau tidak mau kita harus sedikit berlarian dari satu wahana ke wahana lainnya [sedikit ajah larinya, biar gak malu-maluin kalo jatuh terpleset]. Untungnya, wahana-wahana awal tersebut lebih banyak soal pendidikan [yang kayaknya cocok buat yang masih duduk di bangku sekolah ajah,,,hihihi]. Ada sejarah manusia dari zaman purba sampai sekarang, museum organ tubuh, adat & budaya masing-masing provinsi di Indonesia dan wahana-wahana bertemakan ilmu pengetahuan lainnya.

To be continued…

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Live
  • MisterWong
  • Mixx

Similar Post :

Leave a Comment