My New Year Eve Experience

Posted by floe on January 8th, 2009 filed in Jalan-Jalan

kembang apiNo Documentation at all! Sebuah kalimat pendek yang menggambarkan malam pergantian tahun yang baru saja dilewati. Tapi banyak hal-hal berkesan yang “aneh” dan bisa dianggap “musibah beruntun” yang terjadi pada malam tanggal 31 Desember 2008 tersebut!

Sebut saja dari awal persiapan menyambut malam tahun baru, harus kelimpungan mencari salon yang masih mau terima pelanggan jam 7.30 malam! Saat sudah mendapatkan salon –yang agak jauh tempatnya– dengan tatanan rambut yang diinginkan, tatanan rambut tersebut hanya bertahan beberapa jam saja! Pikir saya, selain memang sempat terkena hujan gerimis beberapa menit –maklum naik motor– ada andil ketidakbecusan dan ketergesa-gesaan kapster salon yang ngurusin rambut saya! Hiks,,, gimana lagi? Emank pas nyalon dah injury time salonnya mau tutup!

“Musibah” malam tahun baru masih berlanjut saat makan malam, langit-langit mulut saya terbakar saat makan kentang dari hotplate tenderloin steak yang saya pesan. Aduh! Sampai 3 hari-an rasa terbakar itu menghantui rasa tidak enak pada mulut saya. Kebetulan saat itu kita makan di warung steak Obonk, yang dalam bahasa Jawa artinya Bakar. Saya masih sempat berkelakar, “makan di warung Obonk, bikin langit-langitku kobongan (baca: terbakar, bahasa Jawa). Apes.. apes!

Dari daerah Teuku Umar, Denpasar, kita melanjutkan perjalanan ke arah Pantai Kuta. Dan walaupun sudah bisa dibayangkan bahwa Pantai Kuta, Bali akan tumpah ruah dengan sejuta umat manusia dari belahan dunia mana saja, tapi tidak terpikirkan bahwa kita akan stuck di antara puluhan motor yang menuju ke Pantai Kuta dan ratusan orang yang bergerak ke arah berlawanan di Gang Poppies yang terkenal “tidak seberapa gede” tersebut! Gelombang pejalan kaki yang hendak bergerak berlawanan arah dengan para pengguna sepeda motor, sudah seperti pemadangan orang antre pembagian zakat beberapa waktu lalu. Ada yang terjepit, ada yang teriak-teriak ke suami/istri/anaknya yang terpisah dibarengi dengan suara klakson dan teriakan pengendara motor yang juga tidak sabaran. Sebuah pemandangan yang “indah” menyambut tahun baru!

“Musibah” berikutnya terjadi saat kita memutuskan kembali ke hotel sebentar karena saya sudah tidak tahan untuk buang air kecil, dan sekalian memarkirkan motor karena mobilisasi kendaraan sekelas sepeda motor-pun sulit sekali di jalanan Pantai Kuta dan sekitarnya. Gara-gara keinginan membuang “hajat kecil” tersebut, puncak pesta kembang api di Pantai Kuta sebagai pertanda pergantian tahun terlewatkan! Oh My Gosh! Yang didapati hanya sisa-sisa kembang api yang masih dinyalakan, yang tidak sebanding dengan puncak pergantian dari pukul 00.00 pada tanggal 31 Desember 2008 ke tahun yang baru 1 Januari 2009!

Saat hendak membeli beberapa minuman di MiniMart Pantai Kuta, yang bersebelahan dengan Rosso Vivo, antrean di kasir mencapai kurang lebih 5 meter, yang membuat kita berpikir 1000x untuk ikut antre! Akhirnya, kita memutuskan duduk-duduk sebentar di emperan Ocean Beach Club (OBC), walaupun masih ragu-ragu memutuskan untuk masuk atau tidak.

Beberapa lama kami duduk-duduk di emperan OBC, akhirnya kami memutuskan untuk hunting Club mana yang enak untuk dimasukkin. Mulai dari Mbargo ke Wild Cats yang terbaru, kemudian ke Vi Ai Pi yang crowded, sambil melihat-lihat dari luar keadaan Sky Garden, My Room, Bounty dan sederatan Club-club di dekat monumen Bom Bali tersebut, eh, balik kucing juga ke OBC! He he he …

Di OBC, bertemulah saya dengan “musibah” paling dahsyat di awal tahun yang baru. Saat sedang menikmati musik dengan segelas minuman di dance floor OBC sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling, bertemulah kedua bola mata saya dengan 2 pasangan yang sedang asoy memperagakan adegan-adegan yang harusnya dilakukan di kamar atau setidaknya di tempat yang tidak terlihat orang banyak. OMG! Walaupun bukan pemandangan yang benar-benar enak dilihat, tapi sangat sulit sekali buat kedua bola mata ini untuk tidak mencuri-curi pandang melihat aktivitas ke-2 pasangan tersebut. Ha ha ha… it’s Hot!!!

Dan saat dini hari menjelang pagi, semua “kesialan” saya tersebut digenapi dengan melihat orang berantem di depan pintu masuk OBC! Walaupun pernah melihat hal yang lebih parah daripada sekedar perkelahian tangan kosong dengan mata kepala sendiri, tetapi melihat orang berantem selalu membuat saya merinding, jantung berdegup kencang dan gemetar. Miris.. and I hate that most!

Begitulah kisah malam pergantian tahun baru saya yang sangat “berwarna” dan penuh petualangan. Tidak ada yang disesali, hanya saja absennya dokumentasi malam tahun baru tersebut sempat membawa penyesalan. Ya, yang sudah terjadi mau diapakan lagi.

Selamat Tahun Baru 2009! Berkat dan Sukses menyertai kita semua. Amien!

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Live
  • MisterWong
  • Mixx

Similar Post :


2 Responses to “My New Year Eve Experience”

  1. mOmOn Says:

    ouuuwwww… malah kejadian seperti ini tak akan terlupakan.. coz paling menyebalkan..
    ahahaha..

    ngomong2.. pengen liat tatanan rambutnya.. ada ga’ bentuk yg sebelom ancurnya? ekekekeke….

  2. floe Says:

    kekeke,,, ga ada lha buk…
    lha wong beberapa jam kemudian after nyalon dah ilang bentuk na,,,

    dah geto dr awal dah aku bilang, ga ada dokumentasi ma skali…. hi hi hi :D
    yg pasti kata hunnie ku, rambut na bagusssssss… =))

Leave a Comment